Santri Darussajidin Belajar Pertanian dan Peternakan di Pesantren Sabiluna
Kegiatan santri Darussajidin di Pesantren Sabiluna menghadirkan pengalaman pendidikan ramah anak melalui pengenalan pertanian dan peternakan. Dengan pola asuh di pesantren yang aman dan disiplin positif, santri belajar keterampilan hidup sekaligus menjaga nilai ibadah.
by Admin
9/30/20251 min baca


Santri Darussajidin Belajar Pertanian dan Peternakan di Pesantren Sabiluna
Sabtu-Ahad, 20-21 September 2025, para santri Ma’had Tahfizhul Qur’an Darussajidin mengikuti kegiatan pengenalan pertanian dan peternakan di Pesantren Sabiluna, Mojogedang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pondok pesantren aman yang tidak hanya menekankan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memberi keterampilan hidup yang bermanfaat.
Berbeda dari hari biasanya, Sabtu pagi para santri berangkat dengan berjalan kaki menuju lokasi. Mereka sudah terbiasa dengan kedisiplinan positif melalui program SAPALA, sehingga perjalanan terasa ringan dan menyenangkan. Setibanya di Pesantren Sabiluna, rombongan disambut hangat oleh pengurus yayasan, Umi Ria bersama suaminya, dengan nasihat penuh makna tentang kehidupan santri dan pola asuh di pesantren.
Pesantren Sabiluna sendiri dikenal sebagai pesantren ramah anak dengan lingkungan yang hijau dan sehat. Berada di tengah perkebunan, pesantren ini mengusung prinsip swasembada pangan. Fasilitas pesantren modern tampak dari lahan pertanian yang terawat, lengkap dengan tanaman kangkung, kacang panjang, cabai, tomat, terong, pepaya, pisang, dan lain-lain. Semua ditanam menggunakan pupuk kompos serta air kolam lele yang bergizi bagi tanah.
Selain tanaman, terdapat pula peternakan yang terdiri dari lele, kambing, ayam, bebek, dan kalkun. Santri Darussajidin mendapat pengalaman langsung dalam merawat ayam, kambing, dan ikan lele, bahkan diajarkan cara mengolah lele hingga menjadi makanan siap santap. Yusuf, santri kelas 10, mengatakan, “Seru sekali acaranya, saya jadi banyak belajar.” Sofyan, santri kelas 8, menambahkan, “Diajarin merah susu kambing juga.”
Dengan kurikulum ramah anak yang terintegrasi, kegiatan ini memberi santri wawasan luas tentang pertanian dan peternakan. Santri belajar bahwa alam akan memberi hasil terbaik bila dirawat dengan baik, dan semua itu dapat menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Melalui kolaborasi ini, MTQ Darussajidin menunjukkan contoh nyata perlindungan anak di pesantren melalui pendekatan pendidikan ramah anak yang seimbang antara ilmu agama, keterampilan hidup, dan pembentukan karakter.
Mari daftarkan putra Anda di MTQ Darussajidin sekarang. Anda juga bisa mengenal lebih jauh profil MTQ Darussajidin di sini.
